,

Dingin...

Pagi itu dingin..
Semakin dingin dipagi kota Bandung.
Aku menemukan nyata tubuhmu, nyata tentangmu.

Bagaimana caraku meluluhkan rasa ini?
Sedang aku tak pernah menemukan secuil keraguan dalam perjalanannya.
Bagaimana pula aku harus melepaskanmu?
Saat aku tahu, aku tak ubahnya menjadikan dirimu menjadi tak berarti.

Bagaimana cara kita hentikan ini? Beri tahu aku agar kau tak terluka.

,

Aku Sehelai Daun

Kali ini aku ingin memulainya. Bukan memulai lebih tepatnya. Tetapi mengulang kembali duka yang selalu singgah dihati. Tak pernah jera, juga tak pernah lelah. Aku ingin mencoba, bukankah ini fitrah ?.

Aku bagai sehelai daun..

Baca selengkapnya »

Dream come True !

Baru aja nulis tentang impian itu, eh Pembimbing langsung Acc Seminar usul hari ini. alhamdulillah.... Udah ah, cuma pengen bilang itu doang. Intinya Allah emang sayang banget sama gw !! :) makasih ya Allah...

,

Sejenis Penantian Punya Pacar ? Bukan itu Men !

Akhirnya setelah tiga tahun gw tunggu, moment ini sampa juga. Bukan pacaran, walaupun selama kuliah emang gue Jomblo men, kalo kata temen gw si Randy sih STMJ alias Semester Tujuh Masih Jomblo. Haha. Sumpaah ah, Ngenes deh. tapi bukan moment itu yang gw tunggu. Gw sedang menanti gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan. Gelar yang gak sengaja dipilih waktu isi formulir SNPTN 2009 silam.

Memasuki 2013 mimpi itu udah didepan mata. Dan sekarang gw lagi proses penggarapan proposal usul. Agak berat emang, karena gw ngambil judul yang ribet dan susah. Belum lagi Resikonya. Tapi, gak masalah buat gw, mana ada sih ujian di dunia ini yang gak bisa dilewatin ? gw sih yakin. gw pasti bisa tepat waktu. Gelar itu bakal gw raih Juni 2013. Amiiin ya Allah

Nyokap sih sempet bolak bailik tanya, yakin judulnya itu. Simpel dan pasti gw jawab. YAKIN. kenapa ? karena gw juga punya misi. gw pengen nulis buku juga tentang kasusu dalam skripsi gw. Padahal kerjaan banyak. Tapi, gw sok-sokan banget sih pengen buat buku. "Buat buku kan gak mudah Jendral !", itu jerit hati gw yang dilema. Hati gw aja  meragukan gw dongs !

eits, gak masalah. tenang. hati boleh meragukan tapi Qalbu dan keyakinan gw atas semua usaha yang gw raih pasti bisa ngewujudin mimpi itu. Gimanapun caranya. yah, kalo kata Nay, Riris sama Riska mah "Lo itu mesti jatuh bangun, sedikit ngarep dan jatohin harga diri untuk Pedekate duluan sama cowok yang lo suka. Kayak kita. Nay, yang mesti jatoh jungkir balik dulu trus baru ditembak pacarnya sih Iqbal dan Riris yang ngode duluan SMS islami atau Riska yang pake surat-suratan. Itu semua demi Men, demi dapeti hati lelaki samse itu !", gw cuma ngakak.

Pacar sih gak masuk dalam kriteria yang mesti gw jungkirbalikin dalam hidup gw untuk dapetinnya. Gw cuek dan pilih-pilih. Sama kayak skripsi gw, gw selektif banget milih judul skripsi gw. Karena gw gak mau nantinya skrpsi gw cuma dibaca orang dibagian san wacana aja, tapi isinya kagak karena gak menarik. Haha *Gaya gw.

So, apapun itu. gw menikmati banget masa-masa gupek dan mengumpulkan mood gw untuk nulis. ngidupin laptop sampe lebih dari delapan jam, pokoknya apapun bakal gw lakuin untuk gelar itu Juni ini. Dan Februari 2013 bakal jadi step Awal untuk proposal usul gw! semangaat !! :)

Jujur itu Kadang Menyakitkan

Pagi ini saya jadi mengingat banyak hal. Termasuk pertemuan saya dengan seorang mahasiswa Pasca sarjana Ilmu Pemerintahan dua hari lalu. Namanya saya lupa, yang jelas wanita itu adalah seorang dosen yang mengajar di Universitas Muhammadiyah Bandarlampung. Menggunakan bahasa inggris dan indonesia kami mengobrol banyak hal tentang Integritas Bangsa.

"Integritas adalah nilai kejujuran," itu katanya.

"Bangsa ini sekarang luntur nilai kebangsaannya. sekarang makin diperbudak oleh problematika dunia yang antah berantah. Padahal dunia hanya tempat singgah," ujarnya.

Saya menyimak, sambil tersenyum lalu melempar pertanyaan. "Any Idea for show up Integrity now Mrs..?".

Dia tersenyum menatap mata saya lekat-lekat. "Apa yang kamu lakukan hari ini, jika kamu merasa bahagia dan kamu tetap tersenyum, tidak bertentangan dengan hatimu meskipun penuh hujatan dan banyak orang menjegal langkahmu, namun kamu terus berjalan. artinya kamu sudah menunjukkan kejujuran pada jiwa mu sendiri," ujarnya penuh semangat.

Saya melempar senyum, dan mengulurkan tangan memperkenalkan nama. karena begitulah kebiasaan saya berbincang dan lupa menanyakan nama.

Mendengarkan ucapannya saya faham dan sadar betul banyak hal yang mesti menjadi pelajaran berharga dalam hidup ini. Melakukan segala sesuatu yang tidak bertentangan dengan hati nurani adalah pelajaran tersulit dalam menumbuhkan nilai integritas. Jujur untuk hatimu sendiri. simpel namun penuh arti.

wanita itu berkata lagi "Kadang jujur itu menyakitkan nak, tapi percayalah akan ada balasan dari kejujuran pada hatimu sendiri, kamu pasti pernah merasakan itukan ? binar matamu menjelaskan banyak hal disana," ujarnya meninggalkan saya yang terpaku.

Saya masih menatap jauh pundak bidangnya, berlalu keluar gedung D FISIP dan pergi meninggalkan saya denga suzuki ertiga keluaran terharu. saya tercengang dan masih terdiam dalam riuh rendah mahasiswa yang sibuk dengan karya tulis sebagai syarat menuju skripsi nya yang entah apakah mereka dan saya jujur menuliskan sebait-demi sebait kata tanpa plagiatisme. atau mengingat tulisan seorang teman bernama Ramadhan yang ditulis dalam blognya. lebih baik tidak menulis dari pada harus Plagiat.

"Sudahkah saya jujur pada diri saya sendiri ?".

Kemudian saya tersenyum dan malam ini saya faham, bahwa kejujuran adalah mahal harganya..

Sequel sketsa

Untukmu, kalian yang mempertanyakan seperti apa cintaku..


Apa kabar keluarga kecilku ? bagaimana pojok PKM itu ? rumah kita, masih tetap bau apek kah ? atau makin kumuh ?

Berat kawan. Aku tak pernah menganggap mahluk-mahluk di pojok PKM itu sebagai kawan. Haahh.. karena, aku menganggap kalian lebih dari sekedar kawan.
Maka, izinkan aku memanggil kalian dengan sebutan keluarga. Yah, itu lebih tepat.

Keluargaku... para penggila kreatifitas. Dulu, aku tak pernah menyangka bisa terjerat ditempat terkutuk itu. Hah ! jangan marah dulu keluargaku. Terkutuk bagiku tempat keramat yang menyihir separuh dari nafasku. Membuatku sakit-sakitan sejak aku terpaksa meninggalkan tempat kumuh itu. Membuatku acapkali tiba-tiba menangis tak melihat kondisi ruang dan waktu. Heyy, apa spesialnya dari tempat busuk itu. Bau ambalnya yang penuh iler, belumlagi cucian piring yang menumpuk oleh belatung didepan pintu masuk. Lalu apa spesialnya ??.

Bermula sore itu, aku “iseng”, hanya iseng mengisi formulir yang ada diberingin. Tapi ternyata formulir itu menjadi awal aku masuk ke jurang cinta. GOD, cinta. Benar. Hari pertama audisi aku sudah jatuh cinta dengan ruang busuk nan berantakan itu. Aku jatuh cinta makan nasi bohay yang ruang itu perkenalkan. Heii, hanya nasi tempe dengan kuah santan yang agak asam. Semudah itu aku jatuh cinta !.

Waktu berlalu sangat berat kawan. Pribadi ku yang ceplas-ceplos dan emosional makin membuat masa “magang” sangaat berat. Aku sempat kesal, lelah, benci dengan segala aktifitas penekanan yang berlaku diruang tekutuk itu. Uppss , lagi” ku sebut terkutuk. Karena benar keluargaku,  aku sangat menikmati kondisi tertekan seperti itu. Aku tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan tahan banting. Berani dan heii aku sangat idealis. Aku tak peduli kondisi dan keadaan. Apabila itu benar menurutku maka langkah kaki ini tak akan pernah berhenti.

Masa magang yang kulalui tak semudah kalian kawan. Ketika yang lain dengan mudah menerima SK penerimaan di setengah loyalitas mereka. Aku yang tetap ikhlas dan tak pernah mengeluh mesti berbesar hati atas penahanan SK oleh Pemimpin Redaksiku masa itu. Mba Nur . Wanita Kurus nan garang yang demi Apapun aku mencintai wajahnya yang jarang tersenyum. Aku selalu menunggu moment saat ia tertawa. Heii, tapi jangan dikira mudah membuatnya tertawa keluargaku. Aku bahkan pernah membuatnya Menangis. Waww !!! aku sungguh luar biasa.

Akhirnya sore itu, Mba Nur menemuiku. Mba Nur memberikan SK Pengurusku. Rasanya Keluargaku. Rasanya aku ingin memeluknya atas rasa bahagia luar biasa itu. Setelah 1,5 tahun mengalami masa magang yang luar biasa sulit keluargaku

Resuflle pengurus aku diangkat menjadi loper koran. Hahaha. Bukan loper koran. Tapi lebih tepatnya staf pemasaran. Jabatan yang membuatku luar biasa tangguh. Membagikan 10 ribu exampler koran untuk 25 ribu mahasiswa. Luar biasa bukan keluargaku. Aku yang baru saja diangkat sebagai pengurus dan ditempatkan diposisi tersebut tanpa kordinator. Tapi kalian tau keluargaku, belum sampai dzuhur semua tabloid kita sudah habis terbagi. Aku sungguh luar biasa.

Baru saja dua bulan menjabat sebagai staf Pemasaran. Aku dipindahkan menjadi staf kesekertariatan. Waw. Jabatan itu sejajar dengan pengurus midle. Kepala kesekertariatan ku saat itu Nely merina. Sungguh aku tak mengenal wanita jilbab lebar berkacamata itu. Tampangnya judes dan pendiam. Kuajak bicara dengan mulutku yang selalu tak berhenti berbicara ini dia hanya diam, menjawab seperlunya. Benar-benar musibah!

Tapi, lama kelamaan aku langsung akrab dengan mba Nely. Tampang kami yang sama-sama galak membuat mudah pekerjaan kami mengurus sekret. Kami berdua tak segan-segan membuang baju-baju kalian yang bergantungan dan menimbulkan nyamuk dimana-mana. Atau melempar kaos kaki busuk kalian. Kalian keluargaku, akan selalu lari-lari berpindah tempat tidur. Dari ruang tamu dengan kursi yang bolong sana-sini, mushola bahkan bawah meja karena kami pagi-pagi sekali sudah sibuk membersihkan bekas tidur kalian. Aku diajari cara membuat nomor surat. Heii dear, jangan pernah bersedih. Ilmuku di sekret hanya sebatas membuat nomor surat.

Pasalnya, setelah itu aku ditarik Redaksi untuk menempatkan posisi cantik. Redaktur berita. Hahaha. Mendengar kabar itu, aku menangis. Bukan bahagia kawan. Tapi takut. Aku yang bodoh sekali menulis, karena aku sadar setiap kali menulis tulisanku selalu di Cut total oleh pemimpin redaksi justru diminta mengkoreksi tulisan orang lain. Matilah aku ! bunuh diri namanya.

Tapi Supendi. Atau akrab di panggil Pepy malah menguatkan aku. Menjejali aku dengan materi yang Masya Allah banyaknya. Aku disuruh membaca. Membandingkan beberapa tulisan, dikenalkan gaya bahasa, diajarkan tegas dan galak dengan magang serta diatur cantik sebagai jaringan penekan. Marah-marah, heiii itu hobyku ! dan aku menikmatinya keluargaku. Hehehe

Menjadi Redaktur berita bukan hal mudah keluargaku. Aku yang notabene tak bisa memaksa tiba-tiba diwajibkan harus memaksa. Matilaah. Jika dihitung banyak sekali magang, reporter, bahkan pengurus lain yang memiliki PJ tulisan dan selalu aku uber sampai terbirit-birit ditagih berita pasti sangan membenci diriku. Hahaha. Ingin ku kecup dan kupeluk kalian keluargaku, saat aku tau kalian merengut, menyumpahi aku bahkan menangis karena sebal. Keluargaku, aku terpaksa lakuakan ini demi kita...

Lebih parah lagi saat kepengurusan Supendi berakhir. Estafet Pemimpin Redaksi di Pegang oleh Nely Merina. Hahaha. Aku sempat bahagia. Aku sudah dekat dengan mba Nely, maka pikirku dimarahi dia habis-habisan juga aku akan nyengir kuda. Hahaha

Mba Nely benar-benar luar biasa. Dia yang sama-sama belajar sepertiku juga tak henti meng Cut hasil editanku yang menurutnya kacau balau. Kalau ku bilang dia ratunya Cut ! bahkan ada tulisan reporter 11 lembar di Cut hingga tak sampai dua lembar. Sungguh sadiiss.

Perjalanan itu begitu panjang keluargaku. letih dan menyebalkan. Tapi sungguh aku menikmatinya. Ketika angkatan ku sibuk kabur dan berkali-kali bilang ingin mengundurkan diri, aku malah sibuk belajar bertahan. Aku ingin bertahan sampai puncak. Dear, maka bernar-benar ku planning semua apa yang akan aku hadapi dimasa depan.

Aku pernah mencoba sekali kabur dari tempat itu. Minggu satu dan dua aku menikmati masa kabur ku. Menjadi mahasiswa kuliah-pulang, kuliah-pulang. Tapi menginjak hari ke tigapuluh saya penat dengan dengan aktifitas rutin saya sebagai mahasiswa Kupu-kupu. Tapi, mengapa aku tak pernah dicari? Beda sekali dengan kalian yang selalu kabur  seminggu dan selalu gupek didatengi. Sungguh keluargaku, aku menginginkan sama seperti kalian.
Tapi yah, akhirnya aku menyerah. Aku datang kembali, tapa di minta. Aku kembali ke kalian keluargaku.

Masa-masa bersama kalian itu sungguh menyenangkan keluargaku. Meskipun aku acapkali kabur dari tanggung jawabku atas semua kegiatan. Lambat mengedit dan jarang tidur bersama kalian di ruang kumuh itu, tapi aku mencintai kalian. Tak pernah aku menjelek-jelekkan tentang kalian didepan teman-temanku ataupun keluargaku. Aku selalu bercerita yang manis. Karena memang aku sangat menikmati rutinitas bersama kalian.

Keluargaku...
Sungguh jika mampu kuteriakkan maka akan ku teriakkan
Betapa aku mencintai kalian dan rindu ruang kumuh itu
Berceloteh nyaring dengan suara cempreng
Aku rindu keluargaku..


Saat ini sketsa kisah itu telah kututup rapat, maafkan aku jika karir ku tidak berakhir khusnul khotimah. Sketsa kisah manis selama tigatahun itu akan ku simpan. dan jika nasibku baik, nama yang buruk itu akan kalian saksikan sendiri menjadi harum wanginya. Jika, kalian sudah sadari bahwa kadang kesalah fahaman akan memisahkan kebersamaan. dan ketika Tuhan memberikan kesempatan baik lagi untuk ku mengembalikan sequel sketsa tentang kita, tentang kebersamaan itu. maka akan ku kenang..

Jika suatu saat Kalian membaca tulisan ini dan sadar bahwa kau telah mencium wangi nama itu, maka jangan khawatir keluargaku. tanganku terbuka lebar untuk kembali menuliskan sequel sketsa yang baru..



Ini Mimpi KITA !!!

Ini cerita tentang kisah wanita berusia duapuluh satu tahun yang masih labil dan mencoba mencari jati diri. Sebut saja Maya..

Setelah karir sebagai penulis yang sedikit kece dikalangan kampus berakhir, akhirnya maya memutuskan untuk fokus dengan semester akhir perkuliahan yang akan membawanya mendapat gelar sarjana. Kegagalan, Kesedihan, rasa takut, dan kecewa yang menimpanya bahkan hampir saja membuatnya menjadi artis sinetron yang mencoba bunuh diri akibat frustasi. Ah, untungnya maya sadar betul. ini bukan akhir dari segalanya.

Kini dia mencoba meninggalkan ke egoisannya untuk tidak apatis terhadap lingkungan jurusan yang tidak disukainya. Jurusan Ilmu Pemerintahan. Cita-cita nya menjadi seorang diplomat justru membawanya fasih dalam menulis jaring petulis, yang entah apa maksudnya. selama hampir enam semester maya acuh dengan teman sejurusannya, tidak menemukan satupun sahabat seiya sekata. Tapi, dibalik musibah itu. justeru hikmah besar maya terima. dan dia menemukan ketiga teman satu mimpi. Dialah , Ramadhan , Lian dan Wira.

Aneh sih, maya yang wanita justeru menemukan geliat mimpi dalam wujud tiga lelaki tangguh ini. Maya yang berlatar belakang seorang jurnalis, Wira dengan kesibukannya di dunia entertainment sebagai model, Lian dengan Mimpi besarnya sebagai Dosen dan Ramadhan dengan senyum penuh makna dan cerdas dlam berfikir dan berorganisasi, menjadi satu kesatuan lengkap yang membangun persahabatan kami.

Belakangan maya sadar, bahwa mereka memiliki mimpi untuk sukses bersama. meskipun dengan tujuan berbeda namun satu yang pasti, Mimpi Lian untuk menjadi dosen dan Toga yang dipakai saat di wisuda nanti dipasangkan oleh Rektor kami, Wira ambisinya untuk lulus segera dan meneruskan karir sebagai PNS, membuka Butik atau mungkin meneruskan cita-cita Kakeknya sebagai Perwira, Ramadhan dengan impiannya menjadi peneliti sosial dan berkerja di lembaga Survei, sedangkan maya tetap dengan mimpinya menjadi jurnalis hebat yang bisa keluarnegeri gratiss serta menerbitkan buku. maya faham betul, dia dan ketiga sahabatnya ini akan menggapai mimpi itu . Suatu saat nanti . Obsesi Maya dan Ketiganya saat ini adalah mengeksplore diri dalam dunia Travelling. Kita akan Wujudkan itu Guys. Karena Maya adalah Aku-aku adalah Maya.

Virda AltariaP
Wira Kurniawan
Lian Ifandri
Ramadhan Nawawi