, ,

24 Merah Putih Kecil

Memperingati Hari Pendidikan Nasional
Bersama 24 Merah Putih Kecil



Tonton kisah ini, kemudian bagikan. Sampaikan pada Presiden. Berikan hak mereka untuk mengenyam pendidikan.

Bukan siapa yang ada disana. Tapi coba lihat, apa yang berubah setelah mereka mendapatkan sedikit harapan untuk sekolah. Meskipun sekolah nonformal.

Suatu saat, akan kuceritakan tentang mereka. Ku ceritakan pula mengapa hanya suaraku saja yang ada disana... 

, ,

Sisi Lain Pendidikan Anak Pulau


24 Merah Putih Kecil Pulau Tegal - Pesawaran Lampung



Tontonlah cerita ini, jangan lihat siapa sosok dibelakang anak-anak tersebut. Tapi lihat, senyum anak-anak tersebut, mata dan baca raut wajah mereka tentang sebuah mimpii.

Suatu saat akan aku ceritakan tentang mereka.

,

We Need Blood ! Didedikasikan Untuk Penderita THALLASEMIA

 
1.   Anakku Ingin Jadi Astronot
Kisah Dody Agustina, Ayahanda M.Fajr Tsaqif

Perjuangan Untuk Mendapatkan Sekantong Darah ( PRC 220 cc ).

Entah ini sesuatu yang rumit atau bukan bagi sebagian orangtua yang buah hatinya divonis menderita Thallasemia. Hari itu untuk kesekian kalinya, Fajr anak kedua buah cintaku, merengek pusing. Pembuluh darah di bawah matanya sudah mulai terlihat pucat. Aku segera meminta rujukan Puskesmas setempat untuk mempertahankan hidup anakku.

Esok harinya Pukul 08.00 WIB aku segera menuju Rumah Sakit Umum Abdoel Moelok dan menemui admin Unit Gawat Darurat untuk mendapatkan Berkas Baru Rawat Inap. Setelah itu mendatangi admin ruangan rawat inap untuk mendapatkan formulir klarifikasi menuju Ruang 5A dan 5B ( Ruang verifikasi Jamkesmas ).

Tidak menunggu lama, aku dan anakku masuk ruangan Thalasemia. Pendataan sekaligus ambil formulir sambil cek hemoglobin (Hb), kemudian pesan alat kesehatan ke apotek. Cek darah di Laboratorium dan melengkapi data pelayanan Jamkesmas. Setelah melewati serangkaian tahap itu baru bisa mengajukan permintaan darah ke Palang Merah Indonesia (PMI).

Belum selesai sampai disitu, jika darah tersedia aku bisa langsung membawa sekantong darah untuk anakku. Lain cerita jika stok darah dan pendonor tetap tidak ada. Maka, aku hanya bisa berharap ada seseorang yang dikirimkan Tuhan yang ikhlas memberikan darah segarnya untuk anakku.

Butuh waktu nyaris seharian untuk melewati serangkaian tahap-tahap itu. Bahkan bisa lebih jika stok di PMI tidak ada. Itulah yang selalu kami lakukan setiap bulan dan Insya Allah seumur hidup usia anak kami. Proses panjang yang kadang membuat kami lelah, dan sedih. Bukan karena fisik kami yang lemah, tapi lebih karena melihat buah hati kami mengerang sakit saat jarum berkali-kali masuk ke tubuh mereka.

Bisakah membayangkan perasaan kami?. Ketika anak kami sedang lemah dan membutuhkan darah segar. Tapi darah tidak juga kunjung datang. Apakah pantas bagi kami untuk meratapinya?. Tentu tidak. Kami hanya berhak berharap tentang darah itu. Darah segar sangat penting untuk mempertahankan hidup anak kami. Jika banyak orang beranggapan kami butuh uang sebagai belaskasihan. Sungguh, itu bukan yang utama. Kami butuh darah. Butuh sekali darah untuk kehidupan anak kami.

Pernah sekali waktu, sangat terharu ketika melihat Fajr tertawa sumbringah membawa sekantong darah didalam box. Fajr berlari kecil menuju ruangan tindakan. Hari itu, fajr sendiri yang memintaku untuk membawanya ke Rumah sakit tanpa ditemani Umminya. Adakah yang lebih membahagiakan dari ini ?.

Setiap orangtua penderita pastinya akan menutupi rasa haru saat itu. Bahkan selamanya. Bersikap tegar yang akan menguatkan buah hati kami. Menjadikan dia sebagai orang yang tidak berbeda dengan teman mereka yang normal lainnya. Sungguh ini bukanlah sebuah keluhan, tapi hiburan bagi mereka, anak-anak kami yang hidupnya mungkin dirasa berat.

Penyakit Thallasemia yang diderita anak Fajr adalah penyakit kelainan darah yang diturunkan atau diwariskan. Mengurangi jumlah haemoglobin yang dapat dibentuk oleh tubuh, sehingga Ia menyebabkan anemia. Thalasemia bukanlah sebuah penyakit menular, sehingga memerlukan penanganan khusus dan ruangan yang khusus.Seorang penderita Thalasemia ( Thaler ) akan mengalami penurunan Hb setiap bulannya, sehingga memerlukan transfusi darah rutin setiap bulannya. Semakin dewasa dan bertambah berat badan, maka kebutuhan darah akan semakin banyak bahkan semakin dekat frekuensinya ( bisa dua minggu sekali ). Bisa anda bayangkan betapa repotnya bolak balik ke Rumah sakit.Sampai sekarang belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan kelainan itu. Walaupun banyak berbagai alternatif yg ditawarkan, namun transfusi menjadi pilihan yang tepat dan terbaik sementara ini. Selama ini, berbagai alternatif yg dijalani orang tua Thaler hanya meninggalkan anak dalam kondisi parah bahkan sangat parah.

Thaler dan ortunya terdiri dari berbagai status, kalangan dan kondisi ekonomi. Yg menyamakan mereka, adalah deritanya yang mengharuskan mereka tetap datang ke rumah sakit untuk transfusi demi mempertahankan hidupnya.

Tidak berlebihan jika Transfusi darah adalah upaya untuk mempertahankan hidupnya. karena logikanya, Hb Thaler akan terus menurun seiring waktu hingga mencapai nol. Jika nilai hb nol berarti tidak ada oksigen yang diikat darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Anda tentu tahu makna oksigen untuk tubuh. Seorang Thaler diharuskan Transfusi sebelum hb nya mencapai angka 8 ( normal pria 13-16 mg/dl, wanita 12-14 mg/dl). Ini dimaksudkan supaya kondisi tubuh tidak terlalu drop, transfusi darah juga tidak terlalu banyak yg pada akhirnya akan menyebabkan limpa bekerja berat karena harus mngolah sampah darah dan tubuh menjadi pucat legam karena bertumpuknya zat besi dalam tubuh.

Lalu apakah semua orang tua sanggup menjalani penatalaksanaan hidup anaknya dengan disiplin? Tentu jawabannya tidak semua sanggup. Disaat anak sudah tampak pucat, atau anak sudah mengeluh pusing ( sebagai tanda hb mulai drop). Ternyata tidak semua orang tua bisa segera ke rumah sakit. Mereka seringkali mengalami kesulitan untuk menyiapkan biaya transportasi, akmomodasi selama di rumah sakit, belum ditambah kerepotan harus membawa adiknya yg masih bayi, meninggalkan satu satunya mata pencahariannya dan segudang kerepotan lainnya. Inilah yg terkadang menjadi salah satu alasan mengapa Thaler terlambat transfusi. sehingga dampak akhirnya Limpa membengkak, tubuh menjadi pucat legam, bahkan ada yang pada akhirnya meninggal di Rumah sakit.

Pada intinya Setiap Thaler memiliki satu prinsip, yaitu " MEMPERTAHANKAN HIDUP SELAMA MUNGKIN ". Kematian seorang Thaler, bagi ortu adalah suatu kehilangan besar. bagaimana tidak, setiap hari setiap saat mereka harus memantau aktivitas anaknya, begitupun kondisi mentalnya yg lebih rapuh. Tapi Kematian adalah kepastian.
Kematian satu orang anaknya, sudah banyak, dua anaknya sudah banyak, bahkan semua anaknya pun banyak. Saya begitu terharu ketika saya hadir dalam prosesi pemakaman anak bungsu seorang pengurus teras POPTI Lampung, ia berkata. " Mas, akhirnya anaku semua meninggal setiap dua taun sekali". Tampak tegar di raut wajahnya.
Apakah saya, atau ortu yang lain bisa setegar dia. Wallohu'alam. Yang pasti kehidupan ini harus diperjuangkan untuk tetap berlangsung.

Kami bersama anak anak kami,memang tidak bisa terlepas dari kasih sayang orang lain. Tp kami tidak berharap untuk dikasihani. bahkan kami sangat sedih ketika orang lain menyinggung kami, menghina kami, mengasingkan anak anak kami di sekolah dan pergaulan sehari hari, karena tubuh mereka yang berbeda. Beberapa sekolah bahkan ada yg tidak memberi pengertian kepada mereka, karena mereka seringkali izin tidak sekolah harus transfusi di rumah sakit. Tidak sedikit dari mereka harus tinggal kelas, cuti sekolah bahkan terpaksa putus sekolah, saking tidak enaknya.

Sahabatku semua, kami tidak memerlukan semua itu. kami juga tidak memerlukan bantuan hanya karena belas kasihan. Kami hanya butuh kasih sayang yg lebih dari semua orang. ini semua semata mata untuk mempertahankan hidup anak anak kami. Kami menjalani semua ini, bukan sehari dua hari, bahkan sampai mereka dipanggil Allah Ta'ala, atau kami yang mendahului mereka.

Seorang Thaler rata rata memerlukan darah 3 kantong setiap bulannya. 3 kantong sama dengan 3 orang pendonor. Bulan berikutnya 3 orang pendonor baru. Bulan ketiga 3 orang pendonor baru lagi. Bulan keempat 3 orang pendonor pertama baru bisa donor kembali. jadi seorang Thaler memerlukan 9 orang pendonor tetap. Genap 10 orang. ( 1 orang menjadi cadangan bila yg lain ada halangan).

Jika sahabat berkenan menyayangi anak anak kami, sahabat bisa menghubungi POPTI ( Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia ), atau cabang YTI ( yayasan Thalasemia Indonesia ) di masing masing daerah.  Alhamdulillah di Lampung sudah ada Komunitas Darah Untuk Lampung, yg digawangi oleh mas
Yopie pangkey yang mengkoordinir 10 orang pendonor tetap untuk satu oarng Thaller.

Jika ada orang lain yang begitu ketergantungan dengan statusnya untuk mempertahankan gaya hidupnya, ketergantungan dengan narkoba untuk menjaga keberanbiannya, ketergantungan jabatannya untuk memelihara kemewahannya. Maka anak anak kami ketergantungan darah untuk sekadar menyambung hidup. Fajr membutuhkan itu, sebab anakku sama seperti anak-anak lainnya memiliki mimpi dan cita-cita. Mimpi yang ingin ku wujudkan bagaimanapun caranya. Mimpi menjadi Astronot. *